Senin, 19 Januari 2015

Kabupaten Sleman

Tempat wisata

     

      ·           Text Box: •	Stadion Maguwoharjo
•	Candi Prambanan
•	Candi Ratu Boko
•	Kaliurang
•	dan lain- lain..

Monumen Yogya Kembali
      ·           Museum Affandi
      ·           Museum Dapur Tradisional
      ·           Museum Gunung Merapi
      ·           Museum Ullen Sentalu
      ·           Desa Wisata Kembang Arum
     ·            Stadion Maguwoharjo
     ·           Candi Prambanan
     ·           Candi Ratu Boko
     ·           Kaliurang dan lain- lain..
    


·       Pesona Sunset di Candi Ratu Boko


http://www.slemankab.go.id/wp-content/uploads/boko-sunset-300x212.jpgCandi Ratu Boko sangat menarik dari sisi arsitektur dan kekayaan panorama alam tak terlupakan bagi pengunjung. Daya tariknya adalah keindahan sunset  meskipun Sleman tidak memiliki pantai dan.Ratu Boko berada di Kecamatan Prambanan, Sleman.
Di posisi anak tangga gerbang, tengah gerbang, pelataran atas setelah masuk gerbang atau candi pembakar ( titik tertinggi Candi Ratu Boko ) dapat terlihat jelas matahari seperi bola kuning yang perlahan turun ke bumi.Kita juga dapat melihat hamparan lahan pertanian yang terbentang luas di bawah perbukitan, kemegahan Candi Prambanan dan Candi Sewu, dan Gunung Merapi.



     ·       https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQOTl5GvpubcCfN__4PMglIVLiQOgjtR0MTQTKhjsAmApT5GhGOMonumen Yogya Kembali

Monumen Yogya Kembali dibangun pada tanggal, 29 Juni 1985, dengan  upacara tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII. Berada di lereng Gunung Merapi dan berbentuk kerucut/gunungan dengan ketinggian 31,80 meter adalah sebagai gambaran “Gunung Kecil”. Monumen Yogya Kembali terletak di Jalan Lingkar Utara, dusun Jongkang, desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, kabupaten SlemanYogyakarta.


·       Museum Dapur Tradisional (Sleman)

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/e/ec/Heri_Kustrianto.jpegMuseum Dapur Tradisional Sleman adalah sebuah museum peralatan dapur tempo dulu. Berada di desa wisata Kembangarum, Turi, Sleman, dan DIY.Museum ini memamerkan semua jenis peralatan memasak tradisional, seperti irikparuttambir, dan alat dapur tradisional lain yang terbuat dari bambu.
Penggagas museum ini adalah seorang warga Kabupaten Sleman, yaitu Heri Kustrianto. Berawal dari semakin hilang dan kurangnya minat masyarakat terhadap masakan asli pedesaan dan timbul idenya untuk memamerkan masakan asli dan khas seperti tempe, bacem, lodeh, dan makanan asli lainnya.


·       Museum Gunung Merapi

Museum Gunung Merapi merupakan museum bersejarah yang terdapat di Yogyakarta tepatnya Jln. Boyong, Dusun Banteng, Desa Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman,Yogyakarta. Diharapkan dengan ada museum ini dapat memberikan wawasan yang luas tentang kegunungapian serta kebencanaan yang bersifat rekreasi- edukasi.





Di buat oleh :
v Maria Yosepha Ardelia Lewar 9D/25

v SMP Sancta Ursula BSD ( Angkatan 2014- 2015 )

Kabupaten Sleman

Kesehatan


http://202.162.35.28/slemankab/wp-content/uploads/2010/07/ksehatan-2.jpghttp://202.162.35.28/slemankab/wp-content/uploads/2010/07/ksehtn-3.jpg


Pembangunan bidang kesehatan tahun 2011 mampu mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Untuk menjaga kesehatan masyarakat dilakukan upaya prefentif dengan pengembangan pola hidup bersih dan sehat. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pemantauan PHBS kepada rumah tangga serta deteksi dini bagi pelajar terhadap penyalah gunaan NAPZA. Keberhasilan bidang kesehatan ditunjukkan oleh prestasi dalam urusan kesehatan pada tahun 2011 antara lain, Penghargaan Kabupaten Sehat Swasti Swaba Wiwerda untuk Kabupaten Sleman, Juara I Lomba Posyandu tingkat Propinsi, Juara I Kesatuan Gerak PKK KB Kes. Tingkat Propinsi, dan lain- lain.



Pendidikan


http://202.162.35.28/slemankab/wp-content/uploads/2010/07/ksjhteraan-2.jpgKualitas pendidikan di Sleman dapat terlihat dengan adanya sekolah SD, SMP, SMA dan SMK yang pencapaian nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) mampu berada di peringkat 10 besar tingkat provinsi. Pada tahun ajaran 2010/2011 terdapat 2  sekolah tingkat SD , 3 sekolah tingkat SMP, 3 sekolah tingkat SMA, dan 2 sekolah tingkat SMK yang  nilai rata-rata UAN masuk 10 besar di Provinsi DIY.
Rata-rata nilai hasil belajar untuk SD/MI mengalami kenaikan, rata-rata UAN SMP/MTs mengalami penurunan, rata-rata nilai UAN SMA/MA mengalami penurunan, dan nilai rata-rata UAN SMK mengalami penurunan.Jumlah anak putus sekolah untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs mengalami kenaikan, jenjang SD/MI naik dari 33 siswa menjadi 40 siswa di tahun 2011, jenjang SMP bertambah 5 siswa dari 27 siswa menjadi 32 siswa, jenjang SMA/SMK siswa putus sekolah turun dari 94 siswa menjadi 74 siswa.


Potensi Unggulan Daerah

1.   Potensi Komoditi Pertanian

a)   Salak Pondoh (Sentra produksi tanaman ini berada di kecamtan Tempel, Turi dan Pakem )
·        Luas Areal                : 2.164,00 ha
·        Produksi                   : 3.760,59 ton
·        Produktivitas            : 2,58 kg/rpn
·        Jumlah rumpun         :  4.607.922

b)  Mendong ( Kondisi produk mendong dengan sentra di Kecamatan Minggir )
·        Luas Areal                :95,00 ha
·        Jumlah Tanaman       :  259,51 ton

c)   Sapi potong
·        Populasi                    :  51.706,00 ekor
·        Produksi daging         :  1.579,73 ton
·        Produksi kulit           :  6.812,00 lembar

d)  Kambing/Domba ( khusus kambing PE sentra produksi di Kecamatan Turi, Pakem dan Berbah )
·        Kambing   : 1.  Populasi                      :  35,732 ekor
  2.  Produksi Daging          :  102,50 ton
  3.  Produksi Kulit             :  4,560 lembar
·        Domba     :  1.  Populasi                     :  70,698 ekor
   2.  Produksi Daging         :  309,73 ton
   3.  Produksi Kulit            :  9,224 lembar

e)   Lele (sebagian besar di kecamatan Moyudan, Gamping, Godean, Seyegan, Minggir )
·        Benih                       :  380.733.450 ekor
·        BBI                          :  382.650
·        UPR                         :  380.350.800
·        Pembesaran Lele       :  5.199,45 ton

2.   Potensi industri

a)   Dijual ke dalam negeri
·        Sarung tangan kulit golf    :  17.832.789 pasang
·        Mebel Kayu                      :  110.440 buah
·        Kerajinan kayu                  :11.353M3

b)  Produk Eksport ( negara tujuan eksport terbesar adalah Amerika, Jepang dan Korea )
·        Pakaian Jadi             :  25.810.180,97
·        Sarung Tangan         :  18.861.498,39

·        Mebel Kayu              :  3.442.776,38

Kabupaten Sleman

Kependudukan


Jumlah penduduk pada tahun 2011 tercatat sebanyak 1.125.369 jiwa. Penduduk laki-laki berjumlah 559.302  jiwa (49,70%), perempuan 566.067 jiwa (50,30%) dengan pertumbuhan penduduk sebesar 0,73% dengan  jumlah Kepala Keluarga sebanyak 305.376. Penduduk Kabupaten Sleman sebagian besar berada pada rentang usia produktif 15-60 tahun. Pada tahun 2011 sumber mata pencaharian penduduk Kabupaten Sleman terbesar  bergerak di sektor pertanian  yakni sebanyak 28,26%, sektor jasa sebanyak 24,39%, sektor pertambangan dan penggalian sebanyak 2,47%, sektor industri sebanyak 11,24%, sektor listrik, gas, dan air sebanyak 2,06%, sektor bangunan sebanyak 11,47%, sektor perdagangan sebanyak 10,53%, sektor keuangan sebanyak 4,8%, dan sisanya bekerja di sektor angkutan dan komunikasi.

Jumlah Angkatan Kerja
No.
Uraian
Tahun 2009
Tahun 2010
Tahun 2011
1.
Bekerja
422.490
415.295
484.405
2.
Tidak Bekerja
45.534
58.295
39.921
3.
Jumlah
468.024
473.590
524.326
Persentase tidak bekerja
9,73 %
12,31 %
7,61 %



Lingkungan Hidup


http://202.162.35.28/slemankab/wp-content/uploads/2010/07/SDA2.jpgLuas Hutan Rakyat di Kabupaten Sleman pada tahun 2009 mengalami peningkatan dan pengurangan lahan sangat kritis. Untuk mengurangi masalah tersebut pemerintah melakukan penanaman perindang jalan 5.000 batang. Hasil produksi kehutanan adalah kayu bundar, kayu olahan, bambu, dan madu.
Pembangunan taman kota meningkat pada tahun 2008 dan 2009.Di Kabupaten Sleman dapat dipertahankan perlindungan terhadap 138 mata air. Telah dibangun 105 unitinstalasi biogas limbah ternak dan terdapat tempat pengelolaan sampah padat terdapat 1 TPA bersama.


Ø Pertanian dan Perikanan

Hasil Pertanian, Perkebunan, dan Ternak

Pembangunan pertanian pada tahun 2011 mampu mendukung produksi tanaman pangan berupa padi untuk pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Sleman dan kabupaten lain di Provinsi DIY. Sementara produksi beberapa tanaman pangan lainnya mengalami penurunan karena terjadinya fenomena perubahan iklim yang ekstrim (curah hujan sangat tinggi) dan serangan organisme pengganggu tanaman yang semakin meningkat.
Terdapat banyak sekali produksi tanaman pangan dan hortikulturayag diproduksi warga Sleman diantaranya, padi sawah sebanyak 231.374 ton, padi ladang sebanyak 1.339 ton, beras sebanyak 147.075 ton, jagung sebanyak 38.111 ton, kedelai sebanyak 775 ton, ubi kayu sebanyak 14741 ton, pisang sebanyak 6.276 ton, rambutan sebanyak 16.432 ton, cabe sebanyak 4.053 ton, kacang panjang sebanyak 1.876 ton, dan salak sebanyak 33.340 ton.Lalu pada terdapat banyak produksi perkebunan yang diproduksi di Kabupaten Sleman ini diantaranya, kelapa sebanyak 79.098 kwintal, kopi sebanyak 123 kwintal, tembakau rakyat sebanyak 818,1 kwintal, tembakau virginia sebanyak 8.480,7 kwintal, mendong sebanyak 25.951 kwintal, dan tebu sebanyak 48.171 kwintal. Di tahun 2011, terdapat perkembangan pada ternak diantaranya, sapi potong sebanyak 51.706 ekor, sapi perah sebanyak 3.522 ekor, kerbau sebanyak 707 ekor, domba sebanyak 70.698 ekor, kambing sebanyak 35.732 ekor, ayam buras sebanyak 1.538.058 ekor, ayam petelur sebanyak 1.668.820 ekor, ayam pedaging sebanyak 2.713.870 ekor, itik sebanyak 205.815 ekor, dan burung puyuh sebanyak 916.305 ekor. Dari banyak sekali ternak yang dimiliki oleh warga, terdapat banyak hasil dari produksi ternak diantaranya telur sebanyak 17.647 ton, susu sebanyak 2.756,63 ton, dan daging sebanyak 19.749,19 ton.

Perikanan

Peningkatan jumlah produksi ikan konsumsi pada tahun 2011 sebesar 26,0%, produksi ikan hias meningkat sebesar 4,05%, dan produksi benih ikan meningkat sebesar 6,91%. Peningkatan produktifitas perikanan tersebut dikarenakan adanya peningkatan produktivitas kolam, jumlah kelompok pembudidaya meningkat 7,24% menjadi 415 kelompok, peningkatan produktivitas alat tangkap perairan umum, serta meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan pembudidayaan ikan.


Perkembangan Produksi Ikan Tahun 2008– 2011
No.
Produksi Ikan
2009
2010
2011
1.
Ikan Konsumsi (ton)
12.425,90
14.574,68
18.364,10
2.
Ikan Hias (ekor)
9500000
11.445.500
11.909.300
3.
Benih Ikan (ekor)
789367500
785.857.500
840.182.800



Industri


Banyaknya industri kecil di Kabupaten Sleman pada tahun 2009 mencapai 15.112 perusahaan, terdiri dari 15.012  industri kecil (IK)dan 100 industri besar dan menengah (IBM). Lebih dari setengah industri kecil terdapat di wilayah barat (Kecamatan Moyudan, Minggir, Seyegan, Godean, dan Gamping). Sebaliknya, 8 perusahaan industri besar dan menengah yang berada di wilayah barat, sedang selebihnya berada di wilayah tengah dan timur.Pada tahun 2009, tenaga kerja yang terserap di sektor industri sebanyaknya 63.255 orang. Nilai produksi industri kecil mencapai Rp610,32 miliar dan nilai produksi industri menengah besar mencapai Rp2,219,92 miliar.